Wednesday, March 14, 2018

KARYA ILMIAH (KEMAJUAN TEKNOLOGI DARI ZAMAN KE ZAMAN)



BAB 1
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pada saat ini, kita hidup di zaman globalisasi atau bisa juga disebut zaman modernisasi. Modernisasi mencakup banyak bidang, contohnya dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Di zaman modernisasi ini, manusia sangat bergantung pada teknologi. Hal ini membuat teknologi menjadi kebutuhan dasar setiap orang dan menyebabkan meningkatnya pengguna teknologi setiap tahunnya.
            Sekarang ini banyak sekali perubahan-perubahan atau inovasi yang telah dibuat manusia dengan memanfaatkan teknologi. Inovasi ini dibuat agar meningkatnya kehidupan manusia ketaraf yang lebih baik. Inovasi yang dibuat juga mampu memperbaiki kekurangan-kekurangan yang dibuat sebelumnya. Contoh inovasi yang diciptakan manusia adalah komputer. Sebelumnya manusia mengetik menggunakan mesin Tik tapi dengan perkembangan zaman dan banyaknya inovasi yang telah dibuat munculah komputer yang dibuat untuk mempermudah, mempercepat suatu pengerjaan.
            Dengan teknologi apapun bisa kita lakukan dengan mudah dan cepat. Teknologi berperan sangat penting bagi kehidupan manusia contohnya dalam penyampaian pesan, manusia tidak perlu lagi mengantar surat ke tempat pos karena dengan adanya telepon yang kini sudah dilengkapi berbagai fitur canggih untuk mengirim pesan. Kehadiran internet pun kini membantu manusia untuk mendekatkan kita kepada keluarga dan juga teman-teman kita dan dengan internet apapun informasi yang ingin kita inginkan pasti ada dan juga lebih cepat. Di zaman sekarang ini teknologi berkembang sangat pesat banyak pengguna teknologi yang menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi ini juga memberikan kemudahan dalam suatu pekerjaan yang lebih praktis dan itulah yang membuat teknologi berkembang sangat pesat karena memberikan manfaat terhadap perkembangan zaman.

                                                                                                                              
Berdasarkan latar  belakang diatas, penulis tertarik mengangkat judul Perkembangan Teknologi dari zaman ke zaman.

B.     RUMUSAN MASALAH
Rumusan dalam makalah ini adalah bagaimana perkembangan teknologi dari zaman ke zaman.

C.     TUJUAN
Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan teknologi dari zaman ke zaman.
D.    MANFAAT
Makalah ini mempunyai dua manfaat
1.      Manfaat teoritis
Makalah ini diharapkan dapat mengembangkan teori keilmuan di bidang teknologi, khususnya tentang perkembangan teknologi dari zaman ke zaman.
2.      Manfaat praktis
Makalah ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang perkembangan teknologi sehingga masyarakat bisa menggunakannya dengan baik. Makalah ini juga bisa memberikan gambaran terhadap kemajuan teknologi sekarang dan masa depan.



BAB II
A.    Pengertian Teknologi

Teknologi adalah sebuah pengetahuan yang ditujukan untuk menciptakan alat, tindakan pengolahan dan ekstraksi benda. Istilah “teknologi” telah dikenal secara luas dan setiap orang memiliki cara mereka sendri memahami teknologi. Teknologi digunakan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam kehidupan kita sehari-hari, secara singkat ; kita bisa menggambarkan teknologi sebagai produk, proses, atau organisasi. Selain itu, teknologi digunakan untuk memperluas kemampuan kita. Teknologi juga merupakan aplikasi dari sains untuk memecahkan masalah. Tapi apa yang harus kita ketahui adalah bahwa teknolologi dan sains adalah subyek yang berbeda yang bekerja dari tangan-ke-tangan untuk menyelesaikan tugas tertentu atau memecahkan suatu masalah tertentu.
Teknologi berkembang dengan tujuan utamanya adalah untuk menigkatkan kesejahteraan yang didasarkan kepada budaya/sosial, sumber daya alam, lingkungan, serta penelitian dan pengembangan.
Artinya, dalam setiap perkembangan teknologi selalu disertai dengan tanggung jawab dan konsekuensi dari segala akibatnya. Pertumbuhan teknologi tidak hanya terpacu pada peningkatan kesejahteraan semata atau penumpukan emas dan keuntungan. Tetapi pertumbuhan teknologi yang bertanggung jawab disertai dengan tanggung jawab kepada keberlangsungan hidup masa depan manusia, tidak hanya pemenuhan kebutuhan saat ini.
Manusia telah menerapkan teknologi sejak keberadaannya dimuka bumi ini. Teknologi telah diciptakan untuk memenuhi suatu kebutuhan tertentu, maka teknologi pun berubah seiring dengan berubahnya jenis kebutuhan yang harus dipenuhi manusia. Kemudian, dengan meningkatnya kebutuhan dalam jumlah kegunaannya , maka teknologi pun berevolusi seiring dengan peningkatan tersebut bersama bergulirnya waktu. Teknologi telah berkembang mulai yang sangat sederhana, sampai kini menjadi teknologi modern yang sangat rumit
           

B.     Sejarah Teknologi

1)      Masa Prasejarah
Rekayasa teknologi sudah dimulai sejak zaman prasejarah, dengan bukti-bukti ditemukannya peninggalan berupa susunan batu-batu. Bangunan ini di tengarai digunakan sebagai bangunan untuk pemujaan. Hal ini membuktikan bahwa manusia pada zaman prasejarah sudah mengenal teknologi untuk membuat bangunan dengan tujuan tertentu.
            Teknologi lain ditemukan untuk mempermudah kehidupan manusia adalah dengan dibuatnya senjata-senjata sederhana dari batuan yang ditajamkan kemudian berkembang lagi membuat senjata dari bijih besi yang ditempa. Kesemuanya itu bertujuan untuk membantu aktivitas manusia dalam bekerja.

2)      Mesir dan Mesopotamia
Pada zaman ini, teknologi yang diterapkan sudah maju. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya peninggalan dari zaman Mesir Kuno seperti Piramida, Sphinx, dan sebagainya. Sedangkan peninggalan dari zaman Mesopotamia, dapat dilihat dari keindahan taman gantungnya. Jelas manusia di zaman ini sudah menggunakan teknologi tertentu untuk dapat membantu bangunan yang sangat inidah dan berukuran besar.
Di zaman ini pula teknologi kedokteran sudah sangat maju, dengan bukti-bukti ditemukannya mumi, mereka sudah mampu menghasilkan bahan kimia pengawet jenazah, hingga saat ini, ribuan tahun kemudian, jenazah-jenazah itu masih utuh dan masih bisa kita lihat di Museum Nasional Mesir.

3)      Jalan Roma dan Aquedects
      Bukti lainnya bahwa manusia menggunakan teknologi untuk memudahkan kehidupannya adalah disain dari dam air di Roma. Dam air yang yang dibuat pada zaman romawi tidak jauh beda dengan dam air yang ada saat ini. Artinya, mereka menggunakan teknologi canggih dan perhitungan matematis yang teliti untuk membuat produk seperti itu.


C.     Perkembangan Teknologi
Teknologi berubah seiring dengan perubahan zaman. Berikut ini adalah penjelasan bagaimana teknologi bergerak seiring dengan periode-periodenya sendiri.

a)       Periode 1200 SM-1M
1.      Kualitas dari penggunaan besi mentah dikembangkan
2.      Pedang sudah diproduksi massal
3.      Menara-menara disempurnakan
4.      Yunani mengembangkan industri manufaktur
5.      Archimedes memperkenalkan matematika di Yunani

b)       Perkembangan pada zaman A.D. 1-1000
1.      Cina mengembangkan pelajaran matematika
2.      Ditemukannya serbuk senjata
3.      Pabrikasi kapas dan sutra

c)       Perkembangan pada zaman: 1000-1400
1.      Industri sutra dan keramik semakin berkembang
2.      Leonardo Fibinacci, seorang ahli matematika, mengembangkan buku teks aljabar yang pertama di dunia barat

d)      Perkembangan pada zaman: 1400-1700
1.      Toilet pertama ditemukan di Inggris
2.      Galileo membuat konstruksi teleskop, dimana dia menggunakannya untuk mengamati rotasi matahari
3.      Otto von Guerick mempresentasikan pertama kali penggunaan vacuum
4.      Issac Newton membuat konstruksi teleskop pantulan pertama kali
5.      Hukum gas Boyle, menyebutkan adanya variasi volume pada gas, dialah yang memperkenalkan fenomena ini yang pertama kali

e)       Perkembangan pada zaman: 1700-1800
1.      Revolusi Industri dimulai di Inggris
2.      James Watts pertama kali yang mematenkan mesinnya
3.      Asosiasi insinyur dan perkumpulan professional dalam bidang teknik dibentuk di London
4.      Gedung pertama kali yang dibuat dari bahan besi cor dibuat di Inggris

f)       Perkembangan pada zaman: 1800-1825
1.      Otomatisasi industri diperkenalkan pertama kali di Perancis
2.      Rel kereta api pertama kali didisain  dan di produksi
3.      Mengembangan simbol-simbol kimia
4.      Mengembangkan teknologi kawat telegraf

g)      Perkembangan pada zaman: 1825-1875
1.      Penggunaan batuan yang dibuat mulai digunakan
2.      Menciptakan material sintesis
3.      Mengembangkan besi yang lebih kuat untuk kepentingan industri massal
4.      Penggunaan mesin tik

h)      Perkembangan pada zaman: 1875-1900
1.      Telepon dipatenkan di AS oleh Alexander Graham Bell
2.      Penemuaan bola lampu dan fonograf oleh Thomas Edison
3.      Pengembangan bahan bakar minyak oleh Gottlieb Daimler
4.      Automobil diperkenalkan oleh Karl Benz

i)        Perkembangan pada zaman: 1900-1925
1.      Wright bersaudara menyelesaikan pesawat pertamanya
2.      Ford mengembangkan mesin diesel pertama untuk traktor
3.      Penerbangan pesawat pertama dari Paris ke London dimulai
4.      Detroit menjadi pusat industri mobil
j)        Perkembangan pada zaman: 1925-1950
1.      John Logie Baird menemukan bentuk primitif dari televisi
2.      VW Bettle mulai diproduksi
3.      Penggunaan bom atom pertama kali
4.      Ditemukan transistor

k)      Perkembangan pada zaman: 1950-1975
1.      Penggunaan komputer di supermarket mulai tahun 1960
2.      Peluncuran Sputnik, satelit pertama yang dapat mendarat, diletakkan oleh USSER
3.      Komunikasi satelit pertama, Telstar, diletakkan di angkasa
4.      Amerika menyelesaikan pendaratan pertama di Bulan.

l)        Perkembangan pada zaman: 1975-1990
1.      Concord pertama kali digunakan sebagai pesawat supersonic antara Eropa dan AS.
2.      Pesawat ulang-alik Columbia digunakan sebagai Space Travel
3.      Operasi jantung pertama sukses dilakukan

m)    Perkembangan pada zaman: 1990- Sekarang
1.      Robot mendarat di Mars
2.      Terowongan antara Inggris dan Perancis sudah selesai
3.      GPS digunakan untuk mencari informasi cuaca, dan aplikasi lainnya.
Namun seiring perkembangan teknologi yang digunakan dalam skala besar di setiap sisi kehidupan umat manusia, terdapat banyak konsekuensi. Hukum sebab dan akibat yang harus ditanggung oleh generasi-genarisi sesudahnya. Dalam pengembangan teknologi baru, terdapat sebuah tanggung jawab besar bersamanya. Apabila teknologi tersebut dikembangkan tanpa adanya kesadaran dan tanggung jawab, akibatnya adalah bencana.
Sebut saja bencana Chernobyle, pengembangan pembangkit tenaga listrik berbasis energi atom yang berlebihan, menananggung konsekuensi pada sisa hidup area sekitar lokasi ini. Dimana sampai saat ini tidak ada makhluk  hidup besar yang sanggup hidup di di daerah pasca ledakan Chernobyle
Bencana Minamata, penggunaan merkuri dan zat kimia berbahaya lainnya dalam sebuah industri, pembuanggannya tidak bertanggung jawab, berakibat fatal pada penduduk Jepang. Pada saat itu, bencana Minamata yang disebabkan tercemarnya lingkungan oleh merkuri, dan manusia yang mengambil sumber daya alam dari lingkungan yang tercemar tersebut harus menanggung sakit, cacat, bahkan kematian.
Teknologi senjata pemusnah massal dikembangkan. Pada zaman sebelum ditemukannya serbuk senjata, dalam berperang masih menggunakan pedang, tombak, dan senjata lainnya. Pada era ini, etika berperang masih dipegang teguh. Namun setelah itu ditemukan serbuk senjata, dan terus-menerus dikembangkan teknologi pemusnah missal lainnya. Sampailah pada teknologi bom atom. Namun sekali lagi manusia lupa, pada saat mereka mengembangkan bom atom, reaksi yang ditimbulkan setelah ledakan tersebut terhadap manusia sangat mengerikan. Sampai saat ini area dimana bom atom diledakkan masih mengandung bahan radioaktif yang berbahaya bagi manusia.

Pengkategorian Teknologi
                  Penteroian dari teknolgi ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu kategori besar sebanyak 5 buah dan kategori kecil sebanyak 14 buah. Kategori kecil ini memiliki korelasi dengan kategori besar. Tabel berikut ini adalah pemetaan dari hasil pengkonsesian teknologi yang berhasil disimpulkan oleh penulis:
KATEGORI BESAR
KATEGORI KECIL
Teknologi sebagai alat
Merepresentasikan teknologi sebagai alat dan fungsinya dalam kehidupan
·         Teknologi sebagai alat substitusi tenaga kerja. Contoh : mesin pembajak yang menggantikan tenaga kerja petani yang biasanya menggunakan kerbau
·         Teknologi sebagai alat peningkat produktivitas membantu untuk meningkatkan pendapatan per kapita
·         Teknologi sebagai alat pemroses informasi. Contoh: pengolahan data untuk memperoleh informasi
·         Teknologi sebagai alat relasi sosial. Contoh: forum, e-mail
Teknologi sebagai proxy/wakil
Merepresentasikan makna dari teknologi dari sesuatu yang dapat diukur
·         Teknologi dinilai dari persepsi teknologi dinilai dari persepsi pengguna teknologi tesebut
·         Teknologi dinilai dari penyebaran penggunaan teknologi tersebut
·         Teknologi dinilai sebagai moda teknologi dinilai dari biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh teknologi tersebut
Teknologi sebagai kesatuan
Merepresentasikan teknologi sebagai suatu system yang merupakan hasil aliansi dari beberapa komponen
·         Teknologi sebagai sebuah proyek yang sedang dikembangkan ditekankan pada disain, pengembangan, pengimplementasian teknologi tersebut
·         Teknologi sebagai jaringan produksi difokuskan pada sistem aliansi dalam sebuah diema dan lain-lain
·         Teknologi sebagai suatu sistem yang tertanam perkembangan teknologi yang melekat pada konteks sosial
·         Teknologi sebagai sebuah struktur bagaimana teknologi terlibat dalam kondisi pada saat penggunaannya. Teknologi digunakan untuk mewujudkan struktur
Teknologi sebagai komputasi
Menekankan pada kemampuan dari teknologi untuk mempresentasikan, manipulasi, dan mengolah informasi
·         Teknologi sebagai algoritma direpresentasikan dengan kerja algoritma yang dapat mendukung sistem komputasi
·         Teknologi sebagai model mempresentasikan fenomena social ekonomi, informasi dengan metodologi memodelkan / mensimulasikan data
Teknologi sebagai simbol belaka
Teknologi tidak dideskripsikan dan diteorikan dalam kategori ini.
·         Teknologi yang absen dalam definisinya di penelitian IS teknologi sebagai suatu variabel yang dihilangkan. Disini teknologi hanyalah sebuah kata belaka yang tidak mengandung makna khusus
Sumber: Orlikowski J. Wanda, jacono C.Suzanne. (2001) . Research Commentary: Desperately Seeking the “IT” in IT Research: A Call to Theprizing the IT Artifact
Beberapa teknologi yang akan menjadi tren di tahun 2017 yang telah di ungkapkan oleh Gartner, perusahaan riset teknologi informasi,
·         AI dan Advanced Machine learning
Machine learning adalah cabang lanjutan Artificial Intelegent (AI), yang mencakup sistem lebih canggih seperti mampu memahami, mempelajari, memprediksi beradaptasi secara mandiri. Machine learning ini diprediksi mampu mengubah perilaku masa depan, yang mengarah pada penciptaan perangkat dan program yang lebih cerdas. Gartner memprediksi Al dan Machine Learning akan lebih banyak digunakan untuk robot, kendaraan mandiri, elektronik untuk konsumen, virtual personal assistants, dan smart advisors.
·         Intelligent Apps
Contoh dari intelligent Apps adalah virtual asisten yang akan membuat hidup kita lebih mudah. Bahkan Gartner memperkirakan bahwa asisten masa depan berpotensi mengubah keadaan kantor dengan kemampuannya membantu mengerjakan tugas sehari-hari. Dalam jangka waktu 10 tahun kedepan, setiap aplikasi dan layanan akan menggunakan AI.
·         Intelligent Things
Intelligent things umumnya akan diterapkan di perangkat seperti drone, kendaraan mandiri, dan smart appliances. Seperti halnya Intelligent Apps, Intteligent things juga mengandalkan AI dan Advanced Machine Learning. Berbagai perangkat dan peralatan cerdas bakal terus bermunculan dan semakin populer.
·         VR dan AR
Sekarang ini teknologi VR dan AR ibartanya baru terkahir. Jadi wajar saja, jika pengalaman meggunakan teknologi Virtual Reality maupun Augmented Reality belum maksimal. Gartner memperkirakan bahwa kedua teknologi tersebut akan terus berkembang dan puncaknya tahun 2021 mendatang.
·         Digital Twin
Digital Twin mengacu pada software yang lebih dinamis, baik dari hal fisik maupun sistemnya. Digital Twin akan menggunakan data yang disediakan oleh sensor untuk memahami keadaan, merespon perubahan, meningkatkan operasi, dan menambah nilai. Mereka akan digunakan untuk perencanaan jasa dan memperbaiki peralatan untuk operasi pabrik, dan meningkatkan efisiensi. Mereka akan menggantikan kombinasi sumber daya manusia yang terampil dan perangkat monitoring tradisional.
·         Blockchain
Blockchain adalah sebuah buku besar yang dapat diakses oleh publik. Blockchain menunjukkan semua data transaksi yang pernah terjadi didalam jaringan Bitcoin. Kedepannya Blockchain akan menggabungkan proses yang beragam, mencakup konsep middleware, database, keamanan, analisis/AI, manajemen moneter, dan identitias.
·         Conversational System
Dimasa depan, Chatbot akan semakin banyak diadopsi. Chatbot sendiri adalah sebuah program komputer yang dirancang untuk menyimulasi sebuah percakapan atau komunikasi yang interaktif kepada pengguna (manusia) melalui bentuk teks, suara, dan visual.
·         Mesh App and Sevice Architecture
Tim aplikasi harus membuat arsitektur modern yang baru untuk memberikan kinerja aplikasi yang gesit, fleksibel, dan dinamis untuk pengalaman pengguna yang lebih baik. Dalam hal ini, Mess App and Service Architecture ada untuk menyeimbangkan permintaan dan stabilitas layanan.
·         Digital Technologi Platforms
Digital Technologi Platforms ibaratnya pondasi bangunan dalam bisnis digital. Setiap organisasi pasti memiliki 5 fokus utama, yakni information system, customer experience, analytics and intelligence, IoT, dan business ecosystems.  Perusahaan harus mengidentifikasi
·         Adaptive Security Architecture
Perkembangan IoT dan teknologi cerdas lainnya, terntunya harus diimbangi dengan sistem keamanan baru dan keamanan di lingkungan IoT adalah merupakan tantangan besar. Tim keamanan harus menciptakan solusi karena semua hal bakal berhubungan satu sama lain.

            Itulah 10 tren teknologi industri 2017 menurut prediksi Gartner yang membawa dampak strategis bagi perusahaan.
“Lukman Aziz,2016”


BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya. Dapat disimpulkan bahwa
Teknologi sudah ada pada zaman prasejarah dimana ditemukannya peninggalan susunan-susunan batu dan juga bangunan yang digunakan untuk pemujaan. Ini membuktikan bahwa manusia zaman prasejaran sudah mengenal teknologi.
Seiring dengan perubahan zaman teknologipun kini semakin canggih dimana senjata sudah diproduksi dengan baik, ditemukannya teleskop, mesin-mesin yang canggih yang dibuat untuk memudahkan pekerjaan, dibangunnya gedung-gedung tinggi, penggunaan mesin tik, komputer, telepon, pesawat, mobil, motor dan masih banyak lagi teknologi yang canggih di zaman sekarang ini seperti diciptakannya bom, komunikasi satelit dan juga robot-robot yang canggih yg diciptakan untuk menggantikan tenaga manusia.
Perkembangan teknologi membuat lompatan peradaban manusia semakin maju dari semula mimpi yang kemudian berubah menjadi kenyataan.


B. Saran-Saran

Masyarakat hendaknya bisa memanfaatkan teknologi di zaman sekarang ini dengan baik sehingga kemajuan teknologi ini bisa berdampak positif dan dapat memberikan manfaat terhadap kehidupan manusia.

DAFTAR PUSTAKA






Surwarno Tahid dan Yunia Dwie Nurcahyanie.2007.Konsep Teknologi dalam Pengembangan Produk Industri. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.




M. Sahari Besari.2008.Teknologi di Nusantara:40 Abad Hambatan Inovasi. 2008. jakarta: Salemba Teknika.


















https://www.google .co.id/amp/s/jalantikus.com/amp/gadgets/teknologi-yang-menjadi-tren-2017/


http://syahrilsidik66.blogspot.co.id/2016/04/perkembangan-teknologi-dari-zaman_16.html


Saturday, October 15, 2016

Contoh Makalah (Jihad, Radikalisme dan Muslim Moderat)



A.   Pengertian jihad
Pengertian Jihad:
Secara harfiah, kata jihad berasal dari bahasa Arab jahada –yajhadu -juhdan –jihad yang berarti berjuang, bersungguh-sungguh, memberikan yang terbaik, mengerahkan tenaga untuk mencapai tujuan.
Secara istilah jihad berarti melakukan yang terbaik untuk menegakkan hukum Allah,membangun, dan menyebarkannya (M. Haniff Hassan, 2007).

Jihad dalam Islam disebut jihad fi sabilillah (jihad di jalan Allah).
Kata jihad banyak dijumpai dalam alquran. Secara bahasa, jihad diartikan dengan mengerahkan tenaga dan kemampuan. Sebagai istilah oleh ahli bahasa alquran RAQIB AL ISFAHANU, jihad dimaknai dengan 3 arti yaitu
1.      Berjuang melawan musuh nyata
2.      Berjuang melawan setan
3.      Berjuang melawan hawa nafsu

Dalam alquran dan terjemahannya yang diterbitkan oleh departemen agama dikatakan bahwa jihad meliputi
1.      Berperang untuk menegakkan islam dan melindungi orang-orang islam
2.      Memerangi hawa nafsu
3.      Mendermakan harta benda untuk kebaikan islam dan umat islam
4.      Memberantas yang batil dan menegakkan yang hak (haq)
Dengan demikian jihad dalam pengertian perang hanyalah sebagian saja dari arti jihad yang cukup luas. Pada umummnya, kata jihad yang dimaknai perang diikuti dengan kata fisabilillah (dijalan allah) sebagai anak kalimat kata fisabilillah merupakan tujuan dari perang itu sendiri. Secara umum, fisabilillah diartikan dengan “ semua jalan yang menyampaikan kepada ke ridhoan Allah”. Karena itu, jihad dalam arti perang hanya bertujuan semata-mata untuk meninggikan kalimat Allah dengan ridho allah. Ini berarti perang dalam islam yang berharap ridho Allah tidak boleh untuk tujuan lain.

B.   Landasan dan macam-macam jihad

Landasan jihad
      Landasan jihad dalam islam terdapat dalam kitab suci Al-qur’an, hadist, dan itjihad. Dalam Al-qur’an , landasan-landasan tersebut, antara lain terdapat dalam ayat-ayat sebagai berikut

Ø  Q.S Al-Ankabut : 6
“barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah dirinya sendiri, sesungguhnya Allah benar-benar maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”( Q.S Al-Ankabut : 6)
Ø  Q.S Al-hajj :78
Berjihadlah kamu dijalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilihmu, dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk mu suatu kesempitan dalam agama. Ikutilah agama orang tuamu, Ibrahim.  Dia (ALLAH) telah menamakan mu kitab yang telah diturunkan kepada nabi-nabi sebelum nabi Muhammad saw), dan begitupula dalam Al-qur’an, agar rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia. Maka diberikan sholat, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kamu pada tali Allah! Dia adalah pelindungmu, maka dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong” (Q.S Al-hajj :78 )
Ø  Q.S Al-baqarah : 218
“sesungguhnya orang-orang beriman, orang-orang yang berhijrah dijalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (Q.S Al-baqarah : 218)
Ø  Q.S Al-furqon : 52
Maka janganlah kau taati orang-orang kafir; berjuanglah sekuat tenaga melawan mereka(denganal-qur’an) (Q.S Al-furqon : 52)
Ø  Q.S Al hujurat (49): 15
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar (Al hujurat (49): 15)
Ø   Q.S At tahrim (66): 9 )
Hai nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali (Q.S At tahrim (66): 9)
Ø  Q.S Ash shaff (61): 11
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya
 (Q.SAsh shaff (61): 11)



Ø  Q.S Al maidah(5) : 54
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencitai-nya , yang bersikap lemah lemut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-nya kepada siapa yang dikehendaki-nya, dan Allah maha luas (pemberiannya), lagi maha mengetahui (Q.S Al -maidah(5) : 54)

Macam-macam jihad
     
Jihad ditinjau dari macamnya dapat dipilah menjadi 2, yaitu jihad universal dan jihad konsektual. Jihad universal didalam Al-Qur’an disebutkan dalam surah sebagai berikut :

·         Jihad Universal
(dalam Al-Qur’an disebutkan dalam QS Al-Nahl 110 : “sesungguhnya Tuhanmu adalah pelindung bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar. Sesungguhnya Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” )


·         Jihad konsektual
(Menurut Al-Raghib dalam Albanna(2006), ada tiga macam : berjuang melawan musuh yang kelihatan, bnerjuang melawan setan, dan berjuang melawan hawa nafsu. )
C.   Radikalisme Umat Beragama
islam sebagai agama rahmatan lil alamin tampil dengan wajah yang sangat kasih sayang, toleran, dan penuh percaya diri. Islam tidak mengajarkan kekerasan apalagi radikalisme.
      Kata radikalisme berasal dari kata radical yang berarti “dasar” atau sesuatu yang fundamental. Menurut istilah, radikalisme berarti pembaruan atau perubahan social dan politik yang drastis, atau sikap ekstrem dari kelompok tertentu agar terjadi pembaruan atau perubahan social secara drastic (salim, t.t : 1220)
      Dengan demikian radikalisme umat beragama adalah paham yang menginginkan pembaruan atau perubahan social, dan politik secara drastic dengan menggunakan sikap yang ekstrem. Radikalisme bukan ciri ajaran islam karena islam dalam menyiarkan agama menggunakan cara berdebat yang dilandasi saling hormat-menghormati
Munculnya gerakan keagamaan yang bersifat radikal merupakan fenomena penting yang turut mewarnai citra islam kontemporer Indonesia.  Contoh muculnya gerakan kelompok lascar jihad ahlussunnah wal jamaah di Yogyakarta yang dengan cepat mampu mengumpulkan ribuan jemaah untuk siap berperang dalam konflik horizontal bernuansa agama di ambon. Selain itu, dalam urusan poitik, kelompok islam radikal lain seperti KISDI juga aktif berdemonstrasi untuk menyuarakan aspirasi-aspirasi mereka terhadap penerapan syariat islam di Indonesia. Karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa gerakan islam radikal memiliki tempat tersendiri dalam diskursus kehidupan social politik dan keagamaan kontemporer yang harus dilihat secara proporsional.
Istilah “islam radikal “, sebagai sebuah kesatuan dari berbagai fenomena sosial dan keagamaan kelompok-kelompok muslim yang sedemikian kompleks.
Ada beberapa faktor yang berakumulasi atau bertemu satu dan lain yang pada akhirnya melahirkan radikalisme dan terorisme itu biasa disebut tathorruf ,menjadi muthothorrifin. Kemudian juga diartikan dengan istilah teror atau menciptakan bencana-bencana .
Munculnya paham radikalisme dalam agama Islam disebabkan oleh :Pertama, factor pengertian seseorang terhadap Islam dan penyalah gunaan Islam untuk perorangan . Pengertian ini biasanya lahir karena ekslusivisme Islam .Mereka hanya membenarkan kelompoknya sendiri ,tidak bisa memegang teguh pendirian, dan tidak dapat memahami kelompok lain dalam ber Islam. Sehingga ia merasa mewakili Islam dan Islam adalah dia .Kalau bukan dia tidak seberapa Islamnya .
Dominasi ini melahirkan berbagai macam fanatisme, mulai yang paling lunak sampai yang paling berat .Paham yang paling berat adalah HizbulTakfiriyyah, yaitu kelompok yang selalu mengatakan di luar dirinya adalah kafir . Dominasi Islam ada pada dirinya .Oleh karenanya jika sudahkafir, maka semuanya menjadi halal ,baik saudaranya , hartanya , maupun kehormatannya , maka timbullah suatu langkah-langkah yang disebut dengan terror . Semua ini, sebenarnya sudah berakar semenjak akhir Khulafaurrasyidin (akhir darikepemimpinan empat khalifah Islam: Abu Bakar , Umar bin Khattab , Ali bin AbiThalib dan Usman bin Affan) . Akar Hizbul Takfiriyyah  ini mulai muncul sejak pecahnya Islam menjadi kelompok Syiah ,Khawarij , Mu’tazilah dan sebagainya . Kedua adalah lakum dinukum waliadin , yang diartikan sebagai pembenaran Islam saja tanpa pengakuan terhadap eksistensi agama yang lain . Padahal seharusnya adalah kita tidak mengikuti mereka tetapi kita juga tidak rebut dengan mereka itu .Seterusnya mereka juga tidak boleh mengganggu apa yang kita punya . Dalam perkembangannya ,waliadin ini yang lebih mendominasi dari pada lakumdinukum.
Inilah yang pada akhirnya juga menjurus kepada radikalisme agama, sebagaimana juga terjadi pada agama-agama yang lainnya.Namun orang-orang di luar Islam yang juga sering membawa radikalisme atas agama dengan lihai membungkus diri sedemikian rupa dengan menggunakan tema-tema yang universal, bukan tema agama.Sementara kita telanjang ,sepertiAmroziyang menggunakan yel-yel Allahu Akbar .

Mengapa sebuah kelompok layak disebut sebagai islam radikal.
1.      Pertama, mereka masih sering menunjukan mentalitas perang salib.
2.      Kedua, penegakkan hukum islam yang juga kerap diupayakan dengan keras oleh kalangan “revivalis” dan “fundamentalis” muslim tidak lagi dianggap sebagai sebuah jalan alternative melainkan sudah menjadi suatu keharusan.
3.      Ketiga, terdapat sebuah kecendrungan untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah  berikut system-sistemnya yang mapan tapi diangga tidak sah, khususnya karena kurangnya perhatian terhadap masalah penyakit social masyarakat yang mereka identifikasi sebagai maksiat da kemungkaran.
4.      Keempat, semangat untuk menegakkan agama sebagai lambing supremasi kebenaran ajaran tuhan didunia dengan jalan jihad dengan sendirinya mendapat tempat yang sangat terhormat
Kelima, dengan pengalaman menyaksikan hubungan antara islam dan yahudi dalam persengketaan antara kelompok muslim dan yahudi dikawasan palestina yang kian hari semakin memburuk, dan masalah pertentangan dan pertikaian antara islam dan Kristen yang masih kuat dibeberapa kawasan, termasuk Indonesia serta isu klasik kristenisasi, hubungan antara islam dan Kristen ini secara signifikan mempengaruhi persepsi kelompok-kelompok islam radikal.
 Kemudian saran yang ada di buku ini ialah menjalin hubungan lintas agama adalah pada sisi insaniyah-nya (kemanusiaannya) dan juga perlu menggalang seluruh elemen bangsa yang saat ini tidak saling sinergi. Kita harus memberikan keyakinan kepa didunia internasional bahwa kita bukan radikalisme .

D.    Upaya menanggulangi radikalisme    
Upaya-upaya untuk menanggulangi eskalasi radikalisme umat beragama di Indonesia khususnya, dan negara-negara lainnya pada umumnya, dapat dilakukan dengan mengetahui secara tepat akar permasalahannya. Selanjutnya, dicari solusinya yang tepat dan bijak dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Khusunya para pelaku radikalisme agama. Diantara upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi radikalisme umat beragama adalah :
1.      Perubahan sikap dan pandangan dari negara-negara barat terhadap negara-negara muslim didunia. Sudah saatnya dan sudah semestinya umat islam di dunia tidak diposisikan sebagai lawan barat paska berakhirnya era perang dingin. Namun, sebaliknya, umat islam didunia harus diperlakukan sebagai sahabat dan partner dalm bidang kehidupan secara bermartabat dan tidak diskriminatif.
2.      Mengurangi dan menghapuskan kesenjangan social, ekonomi, politik, pendidikan, dan kebudayaan di tingkat nasional, regional, dan internasional.
3.      Reorentasi pemahaman agama yang tekstual, rigid, dan sempit menjadi pemahaman yang konstektual, fleksibel, dan terbuka.
4.      Melakukan modenisasi kehidupan umat secara selektif, dengan mengakomodir sisi positifnya dan mengelimir sisi negatifnya
5.      Menanamkan kesadaran” setuju untuk tidak setuju” dalam menyikapi fluralisme social, budaya, dan agama yang berkembang ditengah-tengah masyarakat dan bangsa. Perlu disemaikan pula kesadaran umat beragama di era globalisasi ini untuk dapat hidup bersatu di tengah-tengah masyarakat, bangsa, dan negara meski tidak harus melebur menjadi satu.


E.   Muslim moderat
Kata moderat merupakan sikap yang selalu menghindari yang berlebih-lebihan. Moderat merupakan pandangan atau sikap seseorang yang cenderung kearah pengambilah sikap dengan menggunakan jalan tengah (salim,2002) . dengan demikian muslim moderat dapat didefinikan sebagai pandangan seorang muslim atau umat islam terhadap suatu persoalan dengan selalu menghindarkan praktik-praktik yang radikal dan cenderung menyikapi segala sesuatu dengna mengambil jalan tengah (moderat)
Kemoderatan islam (moderatisme islam ) merupakan gabungan antara kerohanian dan jasmani, komninasi wahyu dan akal, kitab yang tertulis dan kitab yang terhampar dialam semesta. karena itulah, umat islam tak boleh ragu, sebab islam sedari awal memang moderat. Sementara dalam islam yang moderat itu, kita mensintesakan atau menggabungkan antara akal dengan wahyu. Sebuah gambaran yang sangat indah seperti digambarkan seorang pemahat, bahwa akal itu seperti pemandangan mata dan syariat itu seperti cahayanya. Moderatisme mengajarkan kita metodologi yang tepat dan baik untuk menggabungkan antara wahyu dan rasio manusia.
      Islam dengan kemoderatannya berbicara bahwasanya Allah memuliakan semua anak manusia, tanpa membedakan suku bangsa, bahasa, dan agama. Keutamaan manusia ditentukan oleh ketakwaannya, bukan realitas sosialnya.
      Bagaimana kita bisa menjadikan dan menegakkan keadilan ? kita harus menggabungkan antara kebenaran dan keadilan. Islam yang moderat menggabungkan antara unsur kebenaran dan keadilan. Inilah islam moderat yang kita hadapi di era globalisasi ini sebagai entitas pilihan masa depan. Dan kita akan selalu memegang prinsip ini sepanjang sejarah.
ISLAM MODERAT DI ASIA TENGGARA

Bagi banyak sarjana barat, asia tenggara tentu saja bukan wilayah yang langsung terbayang ketika membicarakan dunia islam. Kajian tentang islam bagi mereka umumnya masih mengidentikkan islam dengan timur tengah. Berbeda dengan kebanyakan dari sarjana barat lainnya, Robert W. Hefner mengatakan bahwa melakukan studi tentang islam di Asia tenggara- khususnya Indonesia adalah sangat penting dan menarik. ‘indonesia contohnya, adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan pertimbangan itu, mempelajari dan memahami islam di Indonesia adalah penting bagi relasi islam-barat dan masa depan kemanusiaan global.
            Senada dengan Hefner, John L. Esposito melukiskan pengalaman dan keterkejutannya melihat islam asia tenggara saat ini. Lebih dari dua puluh tahun yang lalu , Eposito tidak tertarik kepada islam asia tenggara. Salah satu faktornya adalah pandangan umum yang berkembang dikalangan ilmuwan barat, bahwa islam asia tenggara adalah islam peripheral (pinggiran). Namun tahun 1990-an Esposito mengalami ketertarikan, bahkan kekaguman. Esposito mengatakan bahwa Indonesia dan Malaysia akan muncul dan memainkan peran penting dalam dunia islam.
            Penilaian Esposito itu barangkali tidak berlebihan, islam asia tenggara cukup menjanjikan dan akan muncul menjadi kawasan alternatif bagi kebangkitan islam. Dalam dunia dimana pandangan dunia telah memaknai islam sebagai tidak cocok dengan modernisasi dan demokrasi, bahkan dikonotasikan dengan radikalisme agama, asia tenggara justru memperlihatkan sosok islam yang moderat.
Kebangkitan islam asia tenggara
Kebangkitan islam di abad ke 19 hingga 21 adalah sebuah fenomena global. Seiring adanya interaksi dengan peradaban barat di abad ke 18, umat islam menyadari keterbelakangan peradabanya  dibandingkan barat. Interaksi tersebut berlanjut menjadi media refleksi dan digunakan sebeagai kesempatan untuk mempelajari peradaban barat.
            Namun kebangkitan islam tidak semata-mata terinspirasi oleh kemajuan peradaban barat. Evers dan Sharon Siddique mencatat ada empat model gerakan yang melatarbelakangi kebangkitan islam. Pertama, gerakan penolakan atas rasionalisasi, yaitu penolakan atas demistifikasi dunia. Kedua,  gerakan sebagai sebuah usaha untuk mengatasi tekanan-tekanan modernisasi. Ketiga, gerakan anti imperialis dan hegemoni. Dan ke empat, gerakan pembaruan yang merupakan doktrin agama itu sendiri.
            Kebangkitan islam dalam konteks yang dilatari oleh factor pertama,kedua dan ketiga bisa dikatakan sebagai respon negative terhadap modernitas barat. Kebangkitan islam dimaknai sebagai resistensi identitas, dimana barat yang di asumsikan sebagai pemilik modernitas terlalu mendominasi dan memonopoli kebenaran. Maka kebangkitan islam dalam konteks semacam ini adalah sikaf yang relative. Sebagai resistensi tersebut dilakukan dengan menyertakan sentiment identitas. Sehingga subjektifitasnya lebih memainkan peran, ketimbang sebagai sebuah representasi objektif.
            Berbeda dengan ketiga model gerakan yang sudah dijelaskan di awal, model yang ke empat lebih merupakan determinasi doctrinal dan sejarah. Senada dengan hal ini Esposito mencatat, bahwa kebangkitan islam di asia tenggara dewasa ini bukan sebagai reaksi terhadap modernitas barat, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari proses pembaruan yang selalu muncul, yang menunjukan keberlangsungan tradisi islam dalam sejarah. Hal itu menjelaskan bahwa kebangkitan islam adalah sebuah dorongan dan dinamika internal. Dari kerangka berpikir ini, kebangkitan islam di asia tenggara dapat dilihat sebagai sebuah wacana alternatife dunia islam, ketimbang sebagai ancaman bagi barat.
Pengumulan moderat dan radikal
            Islam moderat di asia tenggara, selain sebagai gerakan pemimpin yang terbuka dan akomodatif terhadap modernitas barat, juga menjadi antitesa atas islam radikal. Ketika fenomena terorisme timbul di Indonesia, banyak tokoh dari dalam dan luar negeri yang berharap agar islam moderat tampil dan memberikan andil dalam meredam gejolak terror berlabel agama. Menteri senior singapura Lee Kuan Yew misalnya, menyerukan agar kelompok islam moderat di asia tenggara mengambil sikap untuk memerangi ekstrimis islam yang ia sebut telah membuat terror di dunia. Dalam wawancaranya di BBC East Asia Today,  sabtu (27/3). Lee mengatakan berdiamnya kelompok islam moderat membuat islam ekstrimis leluasa meledakan bom seperti di bali dan di Madrid yang menewaskan 190 orang.”
            Umat islam di asia tenggara merespok maraknya terorisme berlabel agama dengan menggelar konferensi yang bermaksud meng counter berkembangnya pengaruh islam radikal dikalangan umat islam pada umumnya, dan mencegah terbentuknya opini internasional yang mengidentifikasi islam dengan terorisme. “ deklarasi Jakarta 2001.” Yang merupakan hasil Summit of world muslim leaders mengungkapkan bahwa islam adalah agama moderat yang cinta damai, anti kekerasan, dan tidak anti kemajuan.” Berikutnya adalah the Jakarta international Islamic conference(JIIC)- hal mana center for moderate muslim (CMM) terlahir dari konferensi tersebut –yang dilaksanakan atas kerjasama NU-muhammadiyah pada tanggal 13-15 oktober 2003.konferensi ini ingin mempertegas peran islam moderat asia tenggara yang direpresentasikan oleh NU,muhammadiyah, dan ormas-ormas islam lainya dalam meredam gelombang radikalisme.
Kemunculan radikalisme berbaju islam di awal abad  ke-21 ini memang menjadi fenomena menarik.sungguhpun radikalisme bertentangan dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan,namun adalah sebuah ke naifan mengkritasi fenomena rasdikalisme tanpa mencermati dan memahami situasi dan kondisi diseputar tregedi yang menimpa palestina,bosnia,checnya,irak, dan Afghanistan. majelis mujahidin indonesia (MMI) misalnya, bukan tanpa sebab membenci (baca: bersikap sangat kritis) pemerintah amerika serikat.keperpihakan kebijakan luar negri  pemerintah AS kepada kepentingan politik Israel dan penyerangan terhadap irak menyebabkan MMI sangat kritis dan terkesan anti terhadap seluruh produk AS.karena itu, radikalisme tidak muncul dalam ruang hampa.kekerasan struktural dan ketidak-adilan global yang merugikan umat islam.menjadi pendorong lahirnya radikalisme. Dalam konteks demikian,radikalisme mengandung motif  pembebasan dan perlawanan.
Dalam buku islam: continuity and change in the modern wold, john Obert Voll, menyebutkan bahwa gerakan militant islam tercipta dari dominasi negara-negara maju terhadap negara taklukan. Dominasi mengandung arti adanya pembelengguan serta kekerasan  terhadap objek yang didominasi. Perlawanan negara taklukan dalam bentuk radikalisme dan terorisme ini menjadi fenomena umun seiring dengan kolonialisme negara-negara barat terhadap negara-negara islam. Perlawanan umat islam atas kolonialisme itulah menurut Voll, yang menjelma menjadi gerakan islam radikal.
Dengan demikian pada dasarnya islam radikal berdiri di atas perjuangan pembebasan melawan dominasi dan superioritas barat. Wacana yang dikembangkan islam radikal adalan wacana pembebasan, adalah sesuatu yang wajar.
Karena itu harus dipahami bahwa kemunculan kelompok islam moderat bukan untuk mengajak umat berpaling dari perjuangan membebaskan  kelompok tertindas dan marjinal, melainkan menolak penggunaan jalan pintas dalam proses pembebasan dan perlawanan tersebut. Syafii Maarif, mantan ketua umum muhammadiyah menyebut jalan pintas yang digunakan kelompok islam radikal itu sebagai hara-kiri. Menurut pandangan syaffi, sejarah peradaban manusia menceritakan bahwa radikalisme dalam bentuk terorisme pada umumnya berjuang dengan kegagalan. Radikalisme dalam bentuk terror, menurut pandangan syafii,seringkali berpijak pada kebencian dan fanatisme.padahal menggunakan pendekatan teror maknanya dengan harakiri, suatu perbuatan yang hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang”sesak nafas”karena tidak berani hidup secara bermakna.para teroris tampaknya  tidak mempunyai modal untuk menawarkan perdamaian dan kesejahteraan. Nafas yang sesak karena berbagai hantaman sejarah yang datang bertubi-tubi telah menempatkan terorisme dalam posisi bengis  namun tak berdaya. Oleh karena itu, terorisme menempuh jalan pintas berupa self defeating (menghancurkan diri sendiri), yang dilakukan dalam suasana rentan tertekan.
Berbeda dalam halnya dengan islam radikal, islam moderat menawarkan wacana pembebasan yang mencerahkan, sebab tidak berpijak pada pendekatan kekerasan dan tergesa-gesaan. Pembebasan dan keberpihakan pada kaum mustadh’afin diwujudkan dalam bentuk yang elegan, sistematis, dan evolutif. Penggunaan metode dan pendekatan inilah yang membedakan islam moderat dengan islam radikal.
Atas dasar itu, islam di asia tenggara menjadi wacana dan gerakan alternatif yang dapat mengarahkan kebangkitan islam pada koridor yang elegan, ramah, anti kekerasan, namun tetap kritis dan perpihak pada kelompok yang teraniaya dan tertindas.
















DAFTAR PUSTAKA

1.      dr. Arman Yurisaldi S., M.S., Sp.S , 2011. Jangan biarkan anak menjadi teroris. YOGYAKARTA : PENERBIT TITANO
2.      turmudi, ending, 2005. Islam dan radikalisme di Indonesia. JAKARTA LIPI PRESS
3.      Drs. Sudarsono, S.H, 1994. Sepuluh aspek agama islam. JAKARTA RINEKA CIPTA
4.      DRS. MUHAMMAD CHIRZIN M.AG, 1997. Jihad dalam alquran. YOGYAKARTA MITRA PUSTAKA
5.      2004, Gerakan salafi radikal di Indonesia. JAKARTA RAJA GRAFINDO PERSADA
6.      Dr. ZAKIAH  DARADJAT, DKK, 2004. Ilmu pendidikan islam. JAKARTA BUMI AKSARA
7.      tarmizi taher, 2007. Islam madzhab tengah, persembahan 70 tahun. penerbit grafindo khazanah ilmu
8.      QARDHAWI, YUSUF, 2004. Menjadi muslim par excellence (jihad, terorisme, dan spritualitas era global) . JAKARTA GRAFINDO KHAZANAHM